Ads

Para Bintang Asia Pun Masih Harus Mengasah Bahasa Inggris Mereka!

Banyak dari bintang-bintang Asia ditertawakan karena kemampuan bahasa Inggrisnya yang kurang bagus dan juga seringnya mereka membuat kesalahan dasar saat berkomunikasi. Kita juga menemukan masalah yang sama seperti mereka karena kita belum menemukan cara yang terbaik untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris kita, bukan?

Jackie Chan


Jackie Chan
Sekalipun sekarang menjadi seorang bintang terkenal di dunia, Jackie Chan dulunya mengalami banyak kesulitan karena kemampuan bahasa Inggrisnya yang buruk. Ketika dia bermain film laga, “Rush Hour”, ada sebuah adegan dia harus berteriak “Freeze!” tetapi dia malah berteriak “Cheese” yang membuat kru film tersebut mendadak tertawa terbahak-bahak.

Zhang Ziyi

Zhang Ziyi
Tahun 2001, dia berada di malam Oscar Award karena keberhasilannya berperan di “Crouching Tiger”. Dia dikelilingi banyak reporter. Momen tersebut bisa jadi kesempatan untuk dia bersinar tetapi kurang beruntungnya, bahasa Inggris dia yang buruk menghindarkan dia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan secara lancar. Dia sangat menyesal karena dia tidak banyak berlatih dengan banyak penutur asli pada waktu itu.

Lee Byung-Hun

Lee Byung-Hun
Dalam film “G.I.Joe: Retaliation”, dia berperan sebagai Storm Shadow dan merupakan satu-satunya aktor asia dalam film tersebut. Karena bahasa Inggrisnya, dia tidak banyak berinteraksi dengan aktor lainnya. Dia harus berusaha keras untuk bermain peran tersebut. Kapanpun ketika kru film mengingatkan kesalahan pelafalannya, seketika dia bingung dan lupa akan skripnya. 

Jay Chou

Jay Chou
Dalam press conference film “The Green Hornet” yang disutradarai oleh Cameron Diaz dan Seth Rogen, Jay Chou mengejutkan semua orang akan kesalahan bahasa Inggrisnya. Seharusnya dia mengatakan “I love challenge” ternyata dia mengatakan “talenge”.


Tidak hanya bintang-bintang Asia tetapi juga orang-orang Asia pada umumnya sulit untuk menguasai kemampuan mendengar dan berbicara. Saat ini banyak sekali dan semakin bermunculan kelas online dengan para guru penutur asli yang membantu mereka belajar kapanpun dan dimanapun. Para peserta didik dapat masuk kelas sekalipun mereka masih di tempat kerja ataupun saat berpergian karena kelas tersedia dari pk. 08.00 sampai pk. 24.00 yang bisa dipilih sesuai yang mereka bisa. 

Di Indonesia, setelah pk. 18.00, untuk menuju tempat kursus sangatlah susah karena kemacetan dimana-mana. Pembelajaran online dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Dengan hanya laptop yang terkoneksi dengan internet, semua orang bisa belajar bahasa Inggris secara online kapanpun dan dimanapun untuk menghindari kemacetan. Selain itu, untuk menunggu kemacetan berangsur berkurang, Anda bisa belajar bahasa Inggris di kafe favorit Anda juga.

Metode belajar bahasa Inggris online di TOPICA NATIVE sangat cocok untuk orang Indonesia yang ingin berkomunikasi secara lancar menggunakan bahasa Inggris. Lebih dari 1400 pengajar penutur asli di TOPICA NATIVE berasal dari Eropa, Amerika, dan Australia yang tentu saja sebagai bonusnya para peserta didik akan terbiasa dengan aksen-aksen yang berbeda. 

Belajar dengan TOPICA NATIVE, dijamin kualitas pengajarannya. Banyak peserta didik menjadi percaya diri setelah mengambil 1 kali kursus dengan TOPICA NATIVE. 

-----
Tahukah Anda kami mengaplikasikan metode online bahasa Inggris?
➥ Anda bisa belajar dimana saja dan kapan saja
➥ Hanya membutuhkan Laptop / PC yang terhubung dengan WiFi / LAN
➥ Belajar dengan 100% guru penutur asli dari Amerika, Australia, dan Eropa.
➥ Kami akan membuatkan alur belajar individu untuk Anda pribadi dan juga menyediakan seorang guru pembimbing pribadi untuk Anda.
Kalau Anda sudah siap belajar bahasa Inggris bersama kami, langsung daftar ke DAFTAR


No comments

Powered by Blogger.